THE RAIN

Pagi tadi cuaca bandar lampung cerah, siang menjelang sore datang mendung dan hujan pun turun rintik kemudian deras, menyirami tanah yang kering, daun-daun yang sedang berfotosintesis, dari jendela aku perhatikan air turun, jatuh tepat di mataku, aku teringat akan seseorang yang pernah menjadi bagian terpenting dalam hidupku, bagian yang sangat sulit untuk dapat ku tepis keberadaannya.

Semenjak aku mulai menikmati hujan, aku selalu berkata hujan adalah reinkarnasi dari wujudmu yang telah berlalu, rupa dari perempuan yang pernah singgah dalam cerita cinta dalam hidupku, terkadang Tuhan menghadirkan seseorang untuk di jadikan pelajaran, walau aku belajar pelajaran merelakan, walau pun itu tak menjadi kenyataan, semoga jangan pernah melintas pertanyaanmu kenapa aku bisa sulit melupakan segalanya tentangmu, karenanya aku pun tak tahu.

Sebenarnya aku lebih menyukai hujan yang turun daripada aku menyukai kamu, kau pun sebenarnya juga tahu alasan ini, hujan adalah salah satu alasan untuk aku bisa bertemu dengan reinkarnasimu, dengan perantara hujan juga aku jadikan kau seakan senyata-nyatanya kenyataan, agar selalu aku dapat mengingat kenangan lama indah bersamamu.

Untuk hujan yang turun deras sekali siang ini aku harap kau tak merasa keberatan dengan pikiranku tentangmu, dimana saat hujan aku sering merasa bukan hujan yang turun, melainkan air mata kesedihan yang tumpah disaat lagi kamu tak dapat lagi aku sapa dengan sapaan selamat pagi, selamat siang, selamat malam dan selamat tidur.

Aku seperti seakan kehilangan sesuatu yang teramat berharga dalam hidup ini, memang aku cukup bersyukur di ciptakan Tuhan dengan anggota tubuh yang lengkap tapi aku lemah tanpa kamu, aku kalah dan aku seperti tak memiliki apa-apa lagi dalam hidup, memang kau pergi atas salahku, tapi sungguh aku rentan setelah kehilangan kasih sayang darimu.

Seandainya waktu berpihak lagi kepadaku, aku ingin menahanmu untuk tetap tinggal, seandainya saja aku berada di dekat kamu saat itu, seandainya saja aku bisa bertemu dengan kamu lagi, akan aku cegah dirimu berpaling dan berpindah tempat hati darinya.

Pada akhirnya aku berada jauh dari kamu, pada akhirnya aku harus kehilangan cinta, kasih sayang dan masa depan lenyap untuk selamanya.

Biarlah sisa hidupku ini habis oleh penantian yang berujung penyesalan, hidupku seakan mati rasa, tapi percayalah aku akan tetap menunggumu.

Sepertinya kisah cintaku telah diatur oleh yang Maha Kuasa tapi perasaan untukmu ini tak akan pernah mati, kau selalu di hati, akan selalu ada walau kau telah tiada.

Di depan jendela, memperhatian hujan turun aku berdiri sendirian, aku akan selalu mengenang kamu dalam bentuk yang sebaik-baiknya kenangan.

Andai cintaku padamu seindah hujan turun, engkau pergi dan aku tak bersedih. 🙂

When I close my eyes, I can see you and I can’t get away from it.

Iklan

TENTANG DIA

Entah kenapa pikiran saya kusut malam ini, hati saya resah dan gelisah, alam bawah sadar saya seperti merindukan dia, dia yang sudah hampir tiga minggu tidak pernah saya hubungi, ini tentang dia, tentang seseorang yang sempat membuat saya berpikir dia adalah separuh nyawa hidup saya, tentang dia yang hadir dalam detik waktu.

Pertanyaannya adalah ‘Apakah saya merindukannya kembali?’ Atau sekadar sisi lain saya yang merindukannya? Terlebih saya baru saja menerima sebuah kiriman video yang membuat saya benar-benar galau tingkat kronis.

Jika hal itu benar sebatas rindu masa lalu, datang berulang-ulang, apakah saya harus lagi menghubunginya yang telah berbahagia dengan yang lain?

Dear Tuhan yang Maha Membolak-Balikkan hati, terima kasih telah menitipkan rindu ini, rindu yang telah lama sudah saya tinggalkan.

Tahukah kamu, sampan ini tak ubahnya sebuah rindu, saya tak sanggup untuk mengayuhnya sendirian, tanpa adanya kamu.

Menulis ini malam ini agar engkau selalu ingat tentang kisah seorang lelaki yang pernah bersama kamu, malam ini saya berteriak sangat kuat agar kamu dapat mendengar lirih sakit hati ini, mengapa kamu begitu sangat sombong dan munafik tak ingin mengetahui lagi semua tentang saya?

Kehilanganmu, kepergianmu, dan ketiadaanmu dalam waktu bukan sebuah perkara mudah untuk di lupakan begitu saja, butuh energi, butuh stamina yang sangat prima untuk dapat berkata saya telah mengikhlaskan kamu berbahagia dengan lelaki lain.

Biarkan saja waktu yang mengobati rasa rinduku, biarkan saja waktu yang akan terus memberikan saya sebuah pemahaman bahwa luka yang membuat seorang lelaki dewasa merasa kuat, tabah, dan sabar.

Kiriman video berdurasi 4 menit yang kamu kirim itu membuktikan bahwa kenangan itu tetaplah ada. Jangan pernah takut dan merasa khawatir saya tak ingat kamu lagi, sudah pasti saya tak semudah itu.

Saya ingin kamu tahu beberapa hal, dunia kita berbeda dari berbagai sisi, sudut dan pandangan yang berbeda, tapi tujuan kita sama.

Jangan merasa terganggu jika saya sering menulis tentang kamu disini, bahkan kepada siapapun yang sedang dekat dengan saya, saya bukan bermaksud pamer, saya ingin kamu selalu ada di hati, jiwa, pikiran dan tulisan-tulisan saya.

Saya harap kamu tak merasa terusik.

Cerita tentang kamu mungkin hanya sebatas susunan kata-kata abstrak, jika kamu bertanya kenapa saya masih saja menulis tentang kamu, maka rasakan lagi dan coba ingat-ingat lagi bagaimana rasanya saya mencium bibir kamu dengan pelan tapi pasti. Apakah kamu sangat bahagia ketika sedang berciuman? Jika iya itu adalah sebuah contoh betapa bahagianya saya pernah jatuh cinta sama kamu. 😁

SELVIA

Maaf sebelumnya untuk wanita yang pernah mengisi hari-hari ku kemarin bernama Selvia, jika tulisanku kali ini tentang kamu tak di sertai gambar yang memuat momen indah kebersamaan kita yang kemarin, handphone ku mungkin saja hilang tapi tenang, tentangmu sudah ku simpan di folder yang bernama Kenangan. 🙂

Ketika hasrat keingin untuk menuliskan tentang sosokmu malam ini, aku sedang dalam keadaan di kelilingi bintang-bintang yang bersinar terang indah di tengah malam ini berselimut dingin yang bernama kerinduan.

Senyummu adalah inspirasi bahasa kalbu, mungkin menulis sedikit demi sedikit kata malam ini rinduku akan menguap di udara, terbang bebas sebebas-bebasnya yang membuatku lega.

Aku tak pernah peduli apakah kisah ini cukup menarik di baca khalayak umum atau pun tidak, yang aku tahu kamu cukup pantas aku abadikan disini, di e-diary-ku dan wanita yang ingin aku abadikan disini adalah dia yang kemarin sempat mengisi hari-hari ku, my ex-girlfriend Selvia 🙂

Wanita berparas cantik, manis dan menggemaskan yang selalu berhasil membuatku ingin menciumnya lagi, lagi dan lagi. Bersamanya ku rasakan bunga-bunga bermekaran, bersamanya aku merasa nyaman, bersamanya aku merasakan getaran-getaran cinta, bersamanya hatiku bahagia. Terima kasih Selvia, terima kasih telah meluangkan sedikit waktu untukku, untuk kita.

Hal yang sedikit berbeda darinya adalah dia terlalu berlebihan dalam hal perhatian, rasa cemburunya juga cukup berlebihan, bagaimana mungkin kontak pesan singkat Whatapps yang aku punya hanya berjumlah dua puluh dua saja dia bisa mengomel-ngomel seharian penuh. Hahaha

Sifat cemburuannya itu yang sedikit membuat aku yang cuek ini sedikit tidak merasa nyaman. Hehehe *peace* 😀

Tapi yakinlah, walau hanya sebentar waktu kita menjalin hubungan, kamu berhasil membuatku kehilangan, membuatku merasa ada sebagian dari hidupku yang kurang.

Kamu hadir bukan hanya membuatku bahagia, ketiadaan kamu juga memberi semangat yang membuatku ingin menjadi diri yang lebih baik, terima kasih Selvia. 🙂

Hari ini dan hari seterusnya aku tak tahu apakah kamu akan tetap ada di pikiranku atau hanya sebatas pernah, tapi dengan kubuatnya tulisan ini suatu saat akan jadikan sebuah kenangan yang patut di ingat-ingat lagi, yang layak aku baca lagi ingatan tentang kamu.

Kisah kita mungkin saja berakhir, namun kenangannya akan selalu melekat selama kita berdua masih hidup, jika menulis tentang kamu membuat image ku terlihat pengecut, tak apa, aku memang pengecut yang meninggalkan kamu begitu saja.

Aku tak cukup kuat menghapus semua air mata yang kau teteskan untuk diri ini yang tak mampu membahagiakan kamu.

Jika nanti semua tentang aku di hidupmu tak berarti, aku mohon kepadamu jangan jadikan itu alasan aku tak boleh mengingat tentang kamu.

Dear Selvia…

Engkau memang jauh dari harapan untuk aku miliki namun kamu adalah wanita yang berhasil membuatku sedikit mengerti arti kehilangan.

Untukmu yang bernama Selvia… Terima kasih.

HAL BERHARGA

Saya pernah memiliki hal yang paling berharga dalam hidup ini, sesuatu yang tak ternilai jika di konversi ke dalam mata uang rupiah, mungkin saja apa yang saya sebut berharga itu relatif, berharga untuk saya belum tentu berharga untuk kalian.

Kemana kaki saya berpergian, saya selalu membawa hal berharga itu, seperti pada hal berharga lainnya saya memperlakukan hal berharga itu dengan sangat spesial, selalu mendapat perhatian lebih, saya menganggapnya istimewa.

Seperti pada umumnya hal berharga yang mendapat perhatian khusus itu saya rawat dengan baik, jangan sampai hal berharga itu lecet, rusak, hilang dan kotor.

Saya selalu berharap hal berharga itu tidak akan pernah hilang, saya berharap hal berharga itu akan selalu seperti ini, menemani kemana pun saya pergi.

Ini rahasia antara saya dan kalian para pembaca tulisan-tulisan abstrak saya ini, hal berharga yang saya miliki itu adalah…
Cinta saya untuk dia.

Terang saja aku menantinya
Terang saja aku mendambanya
Terang saja aku merindunya
Karena dia karena dia begitu indah

KITES

Malam ini aku ingin menulis untukmu, ya untukmu, sayang.
Siang tadi aku melihat seorang anak lelaki bermain layangan atau layang-layang, anak kecil memang identik dengan permainan ini walau pun sekarang di tinggalkan anak-anak karena semakin banyak anak yang lebih memilih bermain permainan yang ada di handphonenya masing-masing.
Dulu aku suka bermain layangan di lapangan dekat rumah, sayangnya lapangan tempat aku bermain dulu sudah di bangun perumahan, bermain layangan sungguh sangat menyenangkan, lupa waktu, iya begitulah anak-anak jaman dulu.
Sekarang aku melihat permainan layangan seperti melihat sebuah perumpaan, aku, kamu dan sebuah jalinan hubungan.
Aku, kamu bukan dalam hal sisi ‘Main‘ aku dan kamu adalah dua orang yang menjalin hubungan percintaan, aku adalah orang yang mengendalikan layangan dan kamu adalah layangannya, begitulah kira-kira.
Semua orang yang bermain layangan pasti tak ingin sampai talinya terputus, tentu saja aku sebagai orang yang bertanggung jawab harus berusaha bagaimana layangan tidak putus, begitu juga dalam hubungan kita, sayang.

Kamu sebagai layangan terikat pada seutas tali, tali yang mengikat itu seperti komunikasi, pada layangan sutas tali harus kuat begitu juga dalam hubungan, hubungan yang baik berawal dari komunikasi yang kuat, komunikasi memperkuat suatu hubungan.
Tak ingin layanganku putus, terbang jauh tanpa kendaliku, kemudian di temukan oleh orang lain dan dimiliki orang lain begitu pun pada dirimu, aku tak ingin terputus, di temukan orang dan dimiliki orang lain kemudian di ikat lagi dengan seutas tali yang lain.
Seberapa pun keras angin di atas sana bertiup, akan aku jaga seutas tali yang aku pegang, jangan sampai talinya terputus dan layangannya di miliki orang lain. I miss you.

GADIS BERMATA EMBUN II

 Tanpa atau dia sadari aku sering memperhatikannya, ia masih seperti hari-hari sebelumnya, berdiri bersandar pada sebuah meja, matanya memandang kearah jalan raya yang seringkali padat, ramai dan bising, tatapannya kosong, entah memandang apa, siapa dan kemana. Aku pikir dia sedang berimajinasi, tatapan matanya teduh, sayu dialah gadis bermata embun yang kucintai secara diam-diam.

Illustration Google Picture


Aku berdiri tepat di depannya, hanya berjarak 3 meter dari tempat aku memandangnya, tanpa bicara apapun, dagu tertumpu pada kedua tangan yang aku lipat, sepertinya posisi ini yang pas menikmati senyum itu.
Sesekali aku melihatnya tersenyum kecil, tak jarang juga sesekali dia nampak kesal pada seseorang, pernah juga aku melihatnya menangis, ingin rasanya mengucap “Kamu baik-baik saja kan?” lalu mataku melihat ada yang menghiburnya, seketika itu niat ku urungkan.

Adalah kenangan anugrah yang Tuhan berikan yang paling menyakitkan

Terlalu banyak kenangan yang tersimpan selama berada disana beberapa bulan.
Tuhan, apabila dia telah berbahagia dengan kekasih barunya, tolong arahkan telinga dan matanya kesini, aku ingin ia dapat mendengar dan melihat apa yang aku doakan di sepertiga malam ini untuknya.

Mungkin lebih baik begini, mengagumi indahnya dari kejauhan, sebab jika aku mendekat satu atau dua langkah dari sini, mungkin aku akan patah hati.

Setia Wardani

GADIS BERMATA EMBUN

Setia Wardani

Aku jatuh hati pada pandangan pertama namun tak sampai hati mengatakannya kepadamu, lalu ku utarakan melalui sajak – sajak sedihku, mereka membacanya kemudian bersedih.
Wahai gadis bermata embun, biarkan matamu sebagai pengingat bagiku bahwa betapa luas dunia ini, hanya dari matamu kulihat rindu melukis aku.
Tolong beritahu aku bagaimana caranya membuatmu bahagia yang tak menyakitiku, yang tak melukaiku dan yang tak membebaniku, gadis bermata embun.
Di kegelapan ruang sudut yang bernama malam, waktu terhenti apabila aku memikirkanmu.
Oh… gadis bermata embun, matamu seperti lentera yang bergelantungan di atas kepalaku, aku takjub dan terbuai di buatnya.

PETERPAN – THE DEEPEST

I took off everything that I want

I will never do it again

I’m sorry if I loved you and if I waited… 
Do you ever try to understand

Look at me here
Could it be I’m dreaming

Is it wrong to wait… 
I’ll never be tired of waiting

My love will never disappear 

Till the time you don’t come back

I’ll save it in my heart then… 
You have left the deepest of my heart 

Till there’s no loves left in my soul… 

FLOW

Terkadang beberapa orang suka sepi tapi tidak dengan halnya kesepian, aku suka sepi tapi tidak dengan kesepian…

Aku hanya perlu lebih dekat dengan diriku sendiri maka aku butuh sepi bukan kesepian…
Bercinta dengan kenangan dalam sunyi bersama dengan tulisan – tulisanku yang semakin lama semakin susah untuk di tulis kedalam bentuk tulisan…
aku sering sekali bertengkar dengan imajinasiku sendiri…
Ingin memulai tahap baru tapi selalu saja imajinasiku teringat dengan seorang kamu…
Ingin sekali memulai menulis kembali tapi aku takut, bukannya aku takut membuat kesalahan dalam menulis tapi memilih cerita untuk di tulis yang aku takutkan.
Ini bukan tentang aku, kamu, dia, mungkin bukan tentang rindu dan patah hati atau rindu saja tanpa patah hati.

Let me be the reason you tell yourself better stories